Bahasa indonesia nya mah haid
Period yang pasti dialami semua perempuan dan sering kali bikin masalah (pengalaman pribadi) hehehe. Nah yang sering dijadikan kambing hitam biasanya disebut si PMS a.k.a PreMenstrual Syndrome atau sindrom yang timbul karena haid.
Tapi kalo PMDD pasti masih jarang yang tahu.
PMDD singkatan dari PreMenstrual Dysphoric Disorder. Dari namanya aja udah ribet ya, PMDD ini lebih ribet dan ekstrem dari PMS. Kalau kata http://www.mayoclinic.org/
"Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) is a severe, sometimes disabling extension of premenstrual syndrome (PMS). Although regular PMS and PMDD both have physical and emotional symptoms, PMDD causes extreme mood shifts that can disrupt your work and damage your relationships"
" According to the American College of Obstetricians and Gynecologists, at least 85 percent of menstruating women have at least one PMS symptom as part of their monthly cycles "
Hmm..jadi para lelaki jangan anggap kami perempuan membuat-buat alasan ya hahaha.
Alasan utama terjadinya sindrom ini ya karena saat siklus haid berlangsung terjadi perubahan hormon pada tubuh perempuan. Perubahan hormon ini berbeda pada masing-masing perempuan, bahkan seorang perempua bisa berbeda tergantung waktu terjadinya siklus haid tersebut. Gampangnya misalnya si dikung ini bulan kemarin PMS nya parah banget, ngeselin, suka nagis ga jelas, eh bulan ini baik-baik aja. Nah ya karena hormonnya emang berbeda perubahannya.
Tapi kalau kamu ngerasa something wrong with me, atau kamu bisa minta pendapat dari orang terdekat ada yg berubah atau aneh sama diri kita atau tidak dan sudah sangat mengganggu kehidupan atau sakit banget cuss deh ceki-ceki ke dokter ya (dokter kandungan yaa, jangan ke dokter hewan hehehe).
Untuk mengenali tanda-tanda PMS, ada beberapa gejalanya, secara fisik dan mental seperti yg dikutip dari http://www.womenshealth.gov/:
- acne = jerawatan
- swollen or tender breast = payudara membengkak atau melunak
- joint or muscle pain = nyeri oto atau persendian
- headache or backache = sakit kepala, punggung
- upseat stomach, bloating, constipation or diarrhea = sakit perut, kembung, sembelit atau diare
- feeling tired = mudah merasa lelah
- trouble sleeping = sulit tidur
- appetite changes or food cravings = perubahan nafsu makan (bisa turun, bisa naik) dan ngidam (tiba-tiba pengen sesuatu kayak ibu hamil gitu)
- tension, irritability, mood swings or crying spells = tegang, mudah marah, menangis
- trouble with concentration or memory = gangguan konsentrasi atau susah mengingat
- anxiety or depression = merasa cemas, bahkan kadang depresi
Nah tanda-tanda diatas normal dialami 1 minggu menjelang dan sesudah haid, tapi biasanya berkurang saat haid berlangsung.
Karena dari gejala-gejala PMS ada beberapa hal yang mungkin bisa mengganggu kegiatan, baiknya kita memperkirakan kapan haid akan berlangsung. Caranya bisa dengan cara menandai kalender saat haid pertama, saat haid berakhir, dan haid pertama bulan berikutnya. Lakukan selama beberapa bulan supaya kita tahu berapa hari siklus haid kita.
Ribet? jangan sedih, cus pakai aplikasi di smart phone kita. Kalau aku pakai aplikasi Period Tracker,My Calendar .
Dengan mengetahui siklus haid, kita bisa menghindari kegiatan penting yang mungkin terganggu kalau dijalani saat siklus haid, seperti tes-tes penting (TOEFL,IELTS,ambil SIM,dll), jalan-jalan di alam (naik gunung,snorkling,diving,arung jeram,dll), ketemu camer pertama kali (ga enak kan masa mau kenalan kitanya lagi bawaannya kesel, bisa langsung minus dihadapan camer hehehe) dan lainnya yang kira-kira bisa ditunda setelah siklus haid lewat.
okay, in the end walaupun lagi haid atau lagi PMS kalau bisa jangan jadi alasan untuk menjalani hari dengan malas-malasan, karena kalau aku sih malah makin terasa gejala-gejala PMS nya kalo cuma diem-diem di kamar aja.
Insya Allah berikutnya bahas hal-hal yang bisa dilakukan utk meminimalisir PMS.
This is my first post, inspired by my first day of period.
semoga bermanfaat :)
No comments:
Post a Comment